Cianjur, - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Perlindungan Migran Indonesia (FPMI) kabupaten Cianjur menggelar hari jadinya yang ke- 6, dalam kegiatan hari jadi tersebut Ketua dan pengurus DPD FPMI Cianjur memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan jompo. Kegiatan berlangsung di halaman kantor DPD FPMI Cianjur, kamis (08/08/2024)
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah, LSM, ORMAS, Tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya
Boby Hediansyah ketua DPD FPMI Kabupaten Cianjur mengatakan, Alhamdulillah pada hari ini saya beserta jajaran bisa melaksanakan peringatan hari jadi DPD FPMI yang ke- 6 dan kami mempunyai suatu program khusus yaitu, Bhakti sosial berupa santunan anak yatim beserta jompo dan Alhamdulillah kegiatan tersebut sudah dilaksanakan. Selama berdiri di Cianjur dan diusia yang ke- 6 ini berjalan dengan lancar. Selama ini kami sudah membantu para pekerja migran atau tenaga kerja wanita (TKW) yang sekarang menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) Alhamdulillah tanfa ada halangan dan rintangan yang signifikan, kami dapat membantu khususnya di wilayah kabupaten Cianjur dan umumnya se-Indonesia. Karena mesti kita fahami bahwa FPMI merupakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) ruang lingkupnya nasional. Jadi walaupun kami berada di kabupaten Cianjur tapi kami bisa membantu mereka yang menjadi PMI disana dan nasibnya kurang baik kami tetap bisa membantu, baik yang ada dilombok ataupun daerah lainnya kami tetap akan membantu," katanya.
" Puji syukur kehadirat Allah SWT dimana acara kami hari ini bisa berjalan dengan lancar sesuai harapan semua dan mudah-mudahan kedepannya kami mungkin salah satu perwakilan NJO di bidang pekerja migran Indonesia (PMI), juga menghimbau kepada instansi terkait agar lebih diperhatikan, mengenai pembenahan untuk yang bekerja ke timur tengah agar dicarikan solusi, agar difasilitasi, dijembatani dalam artian agar diresmikan saja, karena resmi atau pun tidak resmi tetap saja pada kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia yang bekerja di sana, baik itu menggunakan visa turis, visa umroh dan lain sebagainya. Yang jelas walaupun masih di moratorium sampai saat ini tapi bukan satu dua orang bahkan jutaan orang berada penempatan di wilayah timur tengah tanpa terkecuali, terutama yang paling dominan di negara Arab Saudi. Sekali lagi kami tekankan kalau bisa dibuka secara resmi lagi, supaya tidak ada kendala. Jadi jangan sampai ada kesan perekrut, sponsor atau pemroses itu masuk katagori ilegal, karena penindakan atau pemberantasan kejahatan itu bukanlah solusi," tegas Boby
Najib
