-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sekda Sukabumi Tekankan Peran Orang Tua Dalam Mengantisipasi Kecanduan Gawai Pada Anak

Rabu, 07 Januari 2026 | Januari 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-07T11:30:12Z

Sukabumi, - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman mengimbau para orangtua agar tidak membiasakan memberikan gawai kepada anak-anak, hal itu agar anak tidak kecanduan menggunakan produk tersebut.


“Biar anak tenang sering menjadi alasan orangtua memberikan gawai kepada anak-anak. Padahal, gawai itu bisa membuat kecanduan.


 Bahkan bila terlalu lama menggunakannya bisa menyebabkan iritasi mata,” ujarnya saat membuka kegiatan Tinggalkan Android Dalam Empat Jam Bareng Perpustakaan (Tandem Baper) bersama anak TK/PAUD dan SD sederajat di Gedung Perpustakaan, Komplek Gelanggang Pemuda Cisaat, Senin, 5 Januari 2026.


Menurut Sekda, anak-anak dapat diarahkan kepada berbagai kegiatan positif sehingga mereka tidak terfokus bermain gawai.


“Cara agar mereka tidak kecanduan gawai, bisa diarahkan kepada kegiatan positif. Semisal anak yang suka animasi, bisa diarahkan belajar animasi,” ucapnya.


Sekda menyambut baik kegiatan Tandem Baper yang digagas Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, kegiatan ini sangat baik dalam mengurangi kecanduan anak terhadap gawai.


“Di sini, anak belajar berbagai hal sesuai minatnya. Sehingga keinginan memakai gawai bisa sedikit terkendali,” ungkapnya.


Selain itu, Sekda mengingatkan para orangtua agar mendidik anak sebaik mungkin, mengingat anak merupakan generasi penerus bangsa.


“Putra putri kita akan menjadi generasi penerus. Kunci untuk menjadi penerus yang handal ialah pendidikan. Jadi, pendidikan sebagai orangtua kepada anak harus diperhatikan,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi Hj. Aisyah menambahkan, para anak yang mengikuti kegiatan Tandem Baper akan dibagi ke dalam sejumlah kelas sesuai minat.


“Nanti anak-anak masuk ke setiap kelas yang mereka sukai. Ada kelas Bahasa Inggris, matematika, animasi, dan lainnya,” bebernya.


Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini menjadi upaya mengurangi kecanduan gawai sekaligus sarana aktivitas anak selama libur sekolah.


“Selama dua hari mereka belajar di dalam kelas, dan satu hari di luar kelas dengan mengunjungi tempat sambil belajar dan bermain,” terangnya.

Iyan Mufti 

×
Berita Terbaru Update