-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tujuan Mulia Presiden Prabowo Subianto, di Rusak oleh SPPG Yang Tidak Susuai Harga Porsi BGN Wajib Sanksi

Selasa, 24 Februari 2026 | Februari 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-24T07:05:10Z

Sukabumi, - Hari pertama masuk sekolah di bulan Ramadan, Senin (23/2), dan selasa (23/2) program Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat di cikidang . Sejumlah unggahan menampilkan menu yang dibagikan kepada siswa, disertai beragam komentar dari nada heran hingga kritik tajam.

Hal itu terjadi di sppg cikidang kota dan sppg sampora kecamatan cikidang dalam foto dan video terlihat ketidak sesuaian harga 


Foto dan video yang beredar menunjukkan paket menu “keringan” berupa roti kemasan, biskuit, kue kering atau wafer, jeruk , telor asin lengkap dengan susu kotak. Skema ini dinilai praktis untuk distribusi selama Ramadan karena mudah disalurkan dan tidak memerlukan proses penyajian rumit di sekolah.


Namun masyarakat dan para tokoh di cikidang mempertanyakan kesesuaian menu tersebut dengan tujuan bahwa tujuan sekaligus niat baik pemerintah melalui program makan bergizi gratis yang di selenggarakan badan gizi nasional agar berjalan sebagai mana mestinya sesuai juknis dan  tidak boleh di salah gunakan ,

Simulasi analisa harga 

Sppg cikidang kota 

Telor asin = 3000

Roti            = 2000

Jeruk         = 1000

Kacang      =2000

Jumlah      = 8000 

Selisih 2000 dari ketentuan BGN dapur di duga tidak sesuai harga porsi yaitu 10000 ribu


Sppg sampora kec cikidang 

Analisa simulasi harga 

Susu kotak 2  = 6000 

Jeruk 2.           = 2000

Sari gandum3 =6000

Roti 1.               =2000

Telor asin 1      = 3000

Jumlah              = 19000 ribu 

Selilis 11 ribu menu porsi untuk 3 hari 

Ketentuan BGN 10.000 perporsi dapur tersebut sama diduga menyalahi aturan dan wajib di audit dan di sanksi 

Nanang suherman sapaan akrab kang ilok salah satu wali murid sekaligus tokoh setempat sangat menyayangkan hal seperti ini terjadi ada dua dapur yang hari ini jadi perbicangan menu yang tidak sesuai 

Sppg cikidang kota 

Dan sppg sampora 

Kedua sppg tersebut di duga tidak sesuai menu porsinya berdasarkan analisa kajian harga yang kami masyarakat lakukan dengan parameter toko dan suplayer suplayer 

Dari mulai harga termahal hingga harga termurah kita lakukan kajian sehingga kita rasa dua sppg itu tidak sesuai harga porsi yang di tetapkan oleh 

BGN 

Menurut nanang seherman atau kang ilok sebutan akrab

Kita tahu harga makan bergizi gratis perporsi 15 ribu 

10 ribu bahan baku

3 ribu operasional 

2 ribu sewa dapur

Namun saya rasa dua dapur tersebut tidak mentaati himbauan BGN dan wajib di berikan sanksi terutama fungsi koodinator sppg dalam mengawasi porsi/menu MBG tersebut di rasa kurang pengawasan 


Kita patut apresiasi dan bangga pada tujuan mulia bapak presiden Prabowo subianto yang memberi makan bergizi gratis untuk meningkatkan gizi generasi anak bangsa 

Jangan sampai di cederai dan di salah gunakan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan program ini demi keuntungan pribadi , 

Saya harap BGN bisa memperketat pengawasan terhadap menu hal lain yang di rasa penting dalam mencegah penyalahgunaan bila perlu sanksi tegas berupa penutupan bagi menu dan dapur yang tidak sesuai SOP dan regulasi yang ada dalam  juknis BGN ujang kang ilok 


Kang ilok juga mengajak semua pihak agar sama sama berperan aktif mengawasi program ini agar sesuai yang di harapkan pemerintah dan meminimalisir tindakan KKN yang merugikan negara , kita dukung program asta cita bapak presiden agar perekonomian lokal bangkit lapangan kerja tercipta dan anak bisa mendapat asupan gizi

D Handriana/LYS 

×
Berita Terbaru Update