-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Infrastruktur Lumpuh, Warga Ciemas Sukabumi Swadaya Bangun Jalur Darurat Akibat Jembatan Roboh

Sabtu, 11 Juli 2026 | Juli 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-11T00:49:15Z

SUKABUMI, 10 Juli 2026 – Kondisi memprihatinkan menyelimuti warga Lingkungan Cimapag, Bojong Genteng, RT 01/RW 02, Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, jembatan yang merupakan akses vital di jalur kabupaten hingga saat ini masih dalam kondisi roboh tanpa penanganan permanen.


Di tengah absennya perbaikan dari pemerintah, warga terpaksa melakukan swadaya dengan membangun jalur darurat. Akses sementara ini hanya mampu dilalui kendaraan roda dua dengan risiko keselamatan yang tinggi, sementara mobilitas kendaraan roda empat praktis terputus.


Dampak dari terputusnya akses ini sangat dirasakan oleh masyarakat. Mobil pengangkut hasil pertanian, kendaraan layanan kesehatan, hingga mobil jenazah harus memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh. Situasi kian mencekam saat musim hujan, di mana jalur darurat menjadi sangat licin dan rawan longsor yang berpotensi mengisolasi warga sepenuhnya.


Salah seorang warga menuturkan, laporan dan permohonan perbaikan telah berulang kali disampaikan. Namun, hingga Jumat (10/7/2026), belum ada langkah nyata atau kejelasan waktu dimulainya pembangunan dari dinas terkait.


"Kami sudah berusaha semampu kami. Membangun jembatan permanen tentu butuh alat berat dan anggaran besar, bukan kapasitas kami. Kami hanya berharap pemerintah menjalankan tanggung jawabnya," ungkap salah seorang warga di lokasi.


Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD JWI Sukabumi Raya, Lutfi Yahya, mendesak Pemerintah Kabupaten Sukabumi, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk segera melakukan tindakan konkret.


"Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut hingga menimbulkan korban jiwa. Kami minta Dinas PUPR segera turun ke lokasi, melakukan pemeriksaan, dan memberikan kepastian jadwal pembangunan kepada publik," tegas Lutfi.


Lebih lanjut, Lutfi menegaskan bahwa pemerintah tidak cukup hanya melakukan peninjauan seremonial. Diperlukan solusi teknis yang komprehensif agar roda ekonomi serta akses pelayanan publik bagi warga Cimapag dapat segera pulih.


Bagi warga setempat, jembatan tersebut adalah urat nadi kehidupan yang menghubungkan berbagai aktivitas sehari-hari. Kini, harapan satu-satunya masyarakat hanyalah respons cepat dan nyata dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk memulihkan akses penghubung tersebut.


Red Lys

×
Berita Terbaru Update