-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Inovasi ‘Pesantren Mobile’ Brigadir Akka, Jawaban Nyata atas Akses Pendidikan Agama di Cisolok

Rabu, 07 Oktober 2026 | Oktober 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-07T13:01:35Z

SUKABUMI, – Nama Brigadir Akka Mahpudin kembali menjadi perbincangan hangat di Kabupaten Sukabumi. Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Cisolok yang dikenal memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan ini kembali meluncurkan terobosan sosial lewat program “Pesantren Mobile” melalui Pondok Pesantren Nusantara.


Langkah ini resmi ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Darul Iman oleh Kapolres Sukabumi, AKBP Benny Cahyadi, di Cisolok pada Rabu (7/10/2026). Pondok pesantren ini sendiri bernaung di bawah Yayasan Satyanatha.


Mendobrak Keterbatasan dengan Sistem Jemput Bola

Brigadir Akka, yang sebelumnya dikenal sebagai inisiator SMK Bhayangkara gratis untuk kaum dhuafa, mengaku keprihatinannya muncul saat sering turun ke lapangan menemui warga. Ia banyak mendengar keluhan orang tua yang ingin anaknya mengenyam pendidikan pesantren, namun terbentur biaya asrama.


“Dari permasalahan ekonomi itulah muncul gagasan Pesantren Mobile. Kami menerapkan sistem jemput bola,” ungkap Akka saat diwawancarai di lokasi, Rabu (7/10/2026).


Konsep “Pesantren Mobile” ini cukup unik. Tim pengajar tidak hanya menunggu santri di tempat, tetapi mendatangi sekolah-sekolah umum di Cisolok secara terjadwal. Tak berhenti di tatap muka, para santri juga mendapatkan materi pendalaman agama melalui platform digital yang bisa diakses kapan saja.


“Kami membuat website khusus untuk menunjang pembelajaran daring agar bisa diakses oleh seluruh santri. Jadi, meskipun berbasis keliling, esensi pesantren tetap terjaga,” tambahnya.


Sinergi dengan Sekolah Reguler

Agar kegiatan ini tidak mengganggu waktu sekolah formal, Akka menggandeng guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di setiap sekolah sebagai koordinator pembinaan. Rencananya, program ini akan menyasar lebih dari 40 SD, 20 SMP, dan 7 tingkat SMA/SMK di wilayah Cisolok.


Meski pembelajarannya fleksibel, legalitas tetap menjadi prioritas. Akka memastikan izin majelis taklim sudah diterbitkan, sementara proses administrasi izin operasional pesantren kini sedang dikebut.


Apresiasi Kapolres: Polisi Harus Hadir di Tengah Masyarakat

Aksi sosial Brigadir Akka ini mendapat pujian tinggi dari Kapolres Sukabumi, AKBP Benny Cahyadi. Baginya, apa yang dilakukan Akka adalah bentuk nyata doktrin Polri yang mengabdi bagi masyarakat.


“Ini adalah bukti nyata bahwa polisi harus hadir bersama masyarakat. Pak Akka telah mendedikasikan dirinya tidak hanya untuk penegakan hukum, tapi juga menjawab persoalan sosial lewat dunia pendidikan,” ujar AKBP Benny Cahyadi.


Benny menegaskan, kepolisian berkomitmen mendukung penuh niatan tulus anggotanya dalam mencerdaskan generasi muda Sukabumi. “Niatan yang dimulai dari pembangunan sekolah gratis ini adalah cerminan pengabdian yang berkesinambungan,” tutup Kapolres.


Dengan adanya Pesantren Mobile ini, harapan akan akses pendidikan agama yang merata di wilayah pelosok Cisolok kini menjadi kian nyata bagi anak-anak bangsa.


D Handriana

×
Berita Terbaru Update