Cianjur, - Kelompok Kerja Guru Bahasa Sunda Kecamatan Karangtengah melaksanakan Demininasi Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Sunda tahun 2024 di Lingkungan Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Senin (19/08/2024)
Kegiatan tersebut di laksanakan di aula gedung PGRI Karangtengah yang di ikuti 63 SD se-Kecamatan Karangtengah.Di awali dengan prosesi mapag calagala demininasi kurikulum muatan lokal bahasa sunda tahun 2024
Dengan tema "Daek Resep Dawam"
Yang dibuka langsung oleh Kordik Karangtengah H Opan Sobari Jatnika S.Pd.M.
Turut hadir dalam acara tersebut Kordik Karangtengah, Para Pengawas Bina, Ketua PC PGRI Karangtengah, K3S dan Kepala sekolah
Sebagai narasumber yaitu MH Holiludin S.Pd, Yadi Supriadi S.pd.SD, Hj Nia Kurniasih S.Pd M.Pd, Nendah Subradiah S.Pd, Wiwi Widianengsih S.Pd.SD.
Ketua Kelompok Kerja Guru Bahasa Sunda Kecamatan Karangtengah Nendah Subradiah S.Pd menerangkan,
Ini merupakan penyebaran kembali guru guru yang ada di lingkungan kecamatan karangtengah yang telah kami terima sewaktu Diklat di telaga biru pada tanggal 30 juli sampai 1 Agustus
Nah sekarang di sampaikan kembali ke guru guru supaya seni budaya sunda kurikulum bahasa Sunda selama ini bisa di pahami oleh guru guru dan di terapkan kepada anak didik sekolah masing-masing sekolah, terangnya,
Mudah mudahan seni budaya sunda jangan sampai hilang di zaman modernisasi sekarang ini, Kita harus melestarikan budaya sunda, Jangan sampai anak cucu kita tidak mengenal bahasa Sunda.
Harapannya supaya bahasa seni budaya sunda ini bisa tumbuh di jiwa sebagai orang Sunda tidak hilang, Harus bisa melestarikan budaya sunda jangan sampai generasi penerus tidak tahu bahasa Sunda," ucapnya.
Kordik Karangtengah H Opan Sobari Jatnika S.Pd.M.MPd mengatakan,
Kami selaku Kordik Karangtengah pertama mengapresiasi dengan kegiatan ini demininasi kurikulum bahasa Sunda yang di laksanakan oleh Kelompok Kerja Guru Bahasa Sunda Kecamatan Karangtengah yang telah mensosialisasikan kurikulum bahasa Sunda kepada para guru guru yang ada di lingkungan kecamatan karangtengah.
Sebagai alat untuk melestarikan budaya sunda kepada anak didik yang selama ini hampir sudah tidak mengenal lagi budaya sunda.
Dengan adanya kegiatan ini nanti akan di sampaikan dan di sebar juga ilmu yang di dapat dari Diklat ini mereka pun akan kembali mengingat kembali dengan adanya budaya-budaya sunda," ucapnya.
Budaya sunda perlu di lestarikan kalau bukan kita siapa lagi melestarikannya kalau bahasa Indonesia jangan sampai orang Sunda jadi tamu di daerahnya sendiri.
Harapannya kedepannya anak didik dan guru pandai memakai bahasa Sunda untuk melestarikan budaya sunda kedepannya jangan sampai hilang atau tidak bisa bahasa Sunda," pungkasnya.
(Arif)

