-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

UPTD PII Wlayah 1 Siaga Maksimal: Patroli Intensif dan Respons Kilat Antisipasi Banjir di Musim Hujan

Selasa, 02 Desember 2025 | Desember 02, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-02T10:51:34Z

CIANJUR, — Menghadapi puncak musim hujan, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pembangunan Infrastruktur dan Perumahan (PII) Wilayah 1 Kabupaten Cianjur mengaktifkan status siaga tinggi. Patroli intensif dan mekanisme respons cepat diterapkan guna mengantisipasi dan menangani genangan serta banjir di sejumlah titik rawan.


Kepala UPTD PII Wilayah 1, Ani Komalasari, menegaskan kesiapan penuh jajarannya saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa 2 Desember 2025. "Kami berkomitmen untuk meminimalisir dampak banjir. Setiap turun hujan, tim langsung bergerak melakukan patroli keliling untuk memantau kondisi riil di lapangan, terutama di lokasi-lokasi yang historisnya rawan luapan," tegas Ani.


Salah satu titik perhatian utama adalah area depan RS Bhayangkara. Ani menjelaskan bahwa lokasi tersebut sering tergenang akibat sampah yang menyumbat saluran air.


“Prinsip kami, begitu hujan turun, petugas langsung turun. Jika ditemukan genangan atau banjir, penanganan dilakukan secepat mungkin. Seperti di depan RS Bhayangkara, penyumbatan oleh sampah sering jadi penyebab utama. Begitu sampah kami angkat, air langsung surut,” jelas Ani Komalasari.


Penanganan darurat dilaksanakan secara kolaboratif. UPTD PII Wilayah 1 menggandeng UPTD Jalan, tim lapangan seperti tim Pak Ate, serta instansi terkait lainnya. Sinergi ini, menurut Ani, menjadi kunci kecepatan respons di lapangan.


Tidak hanya mengatasi genangan, tim juga siaga menangani gangguan lain pada saluran air, seperti pohon tumbang.


“Baru-baru ini ada pohon tumbang yang menutupi aliran air. Kami langsung bertindak karena jika dibiarkan, aliran tersendat dan berpotensi memicu banjir di sekitarnya,” ujarnya.


Wilayah lainnya yang mendapat perhatian adalah Limbangansari, yang pernah mengalami longsor dan menghambat saluran. Saat kejadian, petugas bersama masyarakat setempat langsung melakukan upaya pembersihan untuk mengamankan aliran air.


Sebagai upaya preventif jangka panjang, UPTD PII Wilayah 1 memiliki program rutin pengerukan sedimentasi setiap hari Jumat. Kegiatan melibatkan partisipasi aktif warga dan kelurahan setempat, seperti yang dilakukan di Ciraden dan Pasarean bersama Kelurahan Pamoyanan.


“Pengerukan rutin setiap Jumat kami jalankan. Meski durasinya terbatas, ini penting dilakukan karena kekhawatiran masyarakat akan hujan setiap hari. Sedimen yang menumpuk dapat menyempitkan saluran dan mengurangi kapasitas tampung air,” kata Ani.


Beberapa lokasi prioritas pengawasan di wilayah kota antara lain Tugu Tauco, Gedung Asem belakang Alun-Alun, Bendung Cianjur, dan Cianjur Leutik. Ani menekankan bahwa selain faktor alam, perilaku masyarakat masih menjadi tantangan.


“Sampah rumah tangga dan plastik yang dibuang sembarangan ke saluran atau sungai masih menjadi penyumbang utama masalah. Kami terus mengimbau kesadaran masyarakat untuk mengubah kebiasaan ini. Pencegahan banjir adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Ani mengingatkan.


Dengan langkah-langkah proaktif ini, UPTD PII Wilayah 1 berharap dapat mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan banjir selama musim hujan, demi kenyamanan dan keamanan warga Kabupaten Cianjur.


Nang.

×
Berita Terbaru Update