-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

"Ketua JWI Sukabumi raya soroti" kinerja UPTD II will sukabumi bina marga provinsi di duga main mata jadi langganan proyek

Rabu, 08 April 2026 | April 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-08T03:29:00Z

Sukabumi, - Sukabumi yang merupakan kabupaten terluas se pulau jawa tentu harus menjadi perhatian khusus pemerintah baik pemerintah pusat , provinsi dan kabupaten , letak geografis yang luas dan terdiri dari beberapa bukit gunung dan lautan mengundang keindahan alam yang luar biasa , jarak yang begitu dekat dengan kota- kota besar menjadi daya tarik untuk di kunjungi , namun berbagai problematika sangat komplek , dari mulai tata ruang untuk penyelamatan ekosistem , 

Penataan hutan yang sesuai fungsi tanaman yang di tanam sehingga mempunyai nilai bagi lingkungan dan ekologi sukabumi, 

Sukabumi daerah yang kaya akan sejarah tradisi yang beragam yang harus di dukung oleh pemerintah untuk menjadi ikon wisata budaya selain wisata alam , 

Sisi kelam sukabumi hari ini banyak sekali jalan - jalan yang rusak , mulai jalan nasional, provinsi dan kabupaten , situasi keuangan negara hari ini memaksa pemerintah mengutamakan prioritas di banding pembangunan yang merata, masyarakat penguna jalan  sering mengeluh jalan rusak, selain bisa menimbulkan kecelakaan juga memperlambat akses perekonomian serta pariwisata , 


 Ketua JWI raya sukabumi lutfi yahya menganalisis problematika yang ada di sukabumi terutama mengenai jalan , 

Minimnya koordinasi lintas sektoral dan transfaransi publik yang membuat pembangunan tidak mencapai tujuan harapan masyarakat dan pemimpin daerahnya ,

Lutfi juga menjelaskan beberapa koodinasi antar dinas dengan pimpinan daerah terkesan kaku dan selalu berbicara asal pimpinan senang atau istilah lain ABS asal bapa senang hal itu yang membuat kendala di lapangan kian komplek, tak hanya itu dinas juga terkesan asal aslan dalam pengawasan dan penunjukan  penyedia , hal ini terjadi di jalan- jalan provinsi yang di laksanakan. Oleh inisial  PT M.... Yang terus menjadi langganan tiap tahun di UPTD II will sukabumi bina marga provinsi , kenapa ini bisa terjadi ....sementara ketika bicara fakta dan hasil kinerja perusahaan Tersebut  tahun kemarin  kualitasnya pekerjaan nya jelek dan menjadi sorotan masyarakat, kok  tahun ini dipercaya lagi sebagai perusahaan pelaksana  ,seperti  sudah jadi vendor tetap.

Sepertinya nimi kompetisi e-katalog V6 hanya simbolis saja, dan di duga  semua nya sudah terkondisi dengan rapi sebelum dimlelangian pekerjaan tersebut.ujar Lutfi 


Lufti juga menegaskan bahwa dalam pengelolaan keuangan rakyat tidak boleh ada  monopoli khususnya berkaitan dgn pekerjaan  ,supaya  ada persaingan yang sehat, sehingga penyedia bisa bersaing untuk memenuhi mutu kerjaan yang baik juga  berumur panjang , mengacu kepada aturan UU barang dan jasa bahwa usia kontruksi minimal 10 tahun di luar perawatan 6 bulan semua itu harus menjadi tangung jawab penyedia , hari ini saya lihat aturan untuk pekerjaan jalan harus punya AMP (  Asphalt Mixing Plant (AMP) tapi kenyataannya Amp  tersebut di pinjam dan di sewa saja perusahaannya, ini jelas diskriminatif bagi para penyedia jasa kontruksi yang lainnya.


 hal seperti ini pak gubernur mungkin tidak tahu, beliau selalu melakukan pemerataan baik hal sifatnya sosial ,pembangunan dan pemerataan usaha agar semua roda ekonomi bergerak pajak di setorkan perputaran uang merata, itu yang selalu beliau inginkan 


Hari ini UPTD II telah mencederai amanat pak gubernur jawa barat H. dedi mulyadi yang akrab di sapa KDM , 

Hal hal atau praktek kerja ( KKN ) seperti itu harus kita  kritis si dan kita suarakan agar pembangunan mencapai hasil yang maksimal dan berumur panjang , jangan sampai tahun ini di bangun tahun depan rusak lagi dan harus di bangun lagi, maka tidak akan ada selesai selesai jangan terkesan buang- buang anggaran saja.


Suara ini kami sampaikan sebagai wujud rasa tanggungjawab dan 

kecintaan kami terhadap jawa barat khususnya sukabumi ,maka atas dasar itu kami meminta pak gubernur jawa barat bapak dedi mulyadi untuk mengevaluasi kinerja UPTD II dan mengevaluasi aruran pergub barang dan jasa , agar apa yang menjadi harapan dan ke inginan kita bersama dapat tercap

Lys

×
Berita Terbaru Update