-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Puluhan Ribu Dai dari Berbagai Negara Hadiri Ijtimak Kudama di Ponpes Al-Fatah Temboro

Minggu, 23 Agustus 2026 | Agustus 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-23T15:25:41Z

Sukabumi, 23 Agustus 2026 – Pondok Pesantren Al-Fatah, Temboro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dipadati puluhan ribu umat Islam selama tiga hari, mulai dari 22 hingga 24 Agustus 2026. Kehadiran massa yang diperkirakan mencapai 50.000 orang ini dalam rangka gelaran Joor Kudama atau pertemuan para dai yang berjuang di jalan Allah (fisabilillah).


Panitia acara, H. Karim, menjelaskan bahwa pertemuan ini menjadi wadah konsolidasi bagi para pekerja dakwah yang berkomitmen mengikuti jejak langkah Rasulullah SAW dalam menegakkan agama Islam.


“Kegiatan ini dihadiri oleh para dai yang datang dari berbagai pelosok Nusantara, mulai dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jabodetabek, hingga Banten. Tidak hanya itu, peserta dari luar pulau seperti Kalimantan dan Sulawesi, bahkan dari mancanegara seperti India, Pakistan, Bangladesh, serta negara tetangga turut hadir,” ujar H. Karim saat memberikan keterangan kepada media.


Dalam sesi ceramah agama, masyaikh dari India menekankan pentingnya peran umat Islam saat ini. Mengingat Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir, maka estafet perjuangan dakwah kini berada di pundak umatnya untuk menyampaikan ajaran agama sesuai dengan prinsip ballighu anni walau ayah (sampaikan dariku walau satu ayat).


Pimpinan Ponpes Al-Fatah, Gus Fatah dan Gus Bed, menyambut hangat para peserta yang datang. Sebagai sosok ulama yang dikenal luas hingga tingkat Asia Tenggara, Ponpes Al-Fatah Temboro kini telah mendidik sekitar 30.000 santri putra dan putri yang berasal dari dalam maupun luar negeri.


Puncak dari rangkaian kegiatan tiga hari ini adalah pengutusan (keluar) para jamaah dakwah ke berbagai wilayah. Sekitar 1.000 jamaah dilepas untuk melakukan misi dakwah ke berbagai daerah di Nusantara hingga mancanegara, seperti Turki, Mesir, Kuwait, Jepang, Korea, negara-negara di Eropa, hingga Kepulauan Solomon.


“Para ulama akan melaksanakan misi dakwah selama satu tahun, sementara bagi masyarakat umum dilakukan selama empat bulan atau 40 hari,” tambah pihak panitia.


Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama, dengan harapan besar agar semangat perjuangan para jamaah menjadi asbab turunnya hidayah bagi seluruh alam. Amin.

Lys

×
Berita Terbaru Update