-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Maulid Nabi di Masjid Al Hikmah, Gus Lutfi: Saatnya Teladan Rasulullah Kembali ‘Bersemi’

Selasa, 22 September 2026 | September 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-22T11:14:52Z

JAKARTA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Hikmah, Cililitan, Jakarta, Senin (21/9/2026), berlangsung dengan khidmat dan penuh keakraban. Acara yang dihadiri ratusan jamaah ini tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang refleksi mendalam bagi umat untuk menumbuhkan kembali semangat keimanan.


Ketua Umum UMKM Nahdliyin, Gus Lutfi Hakim Wahid, yang hadir memberikan tausiyah, menekankan pentingnya memaknai bulan Maulid melampaui sekadar perayaan seremonial belaka. Ia mengingatkan bahwa peringatan ini harus mampu memicu perubahan nyata dalam diri setiap Muslim.


Dalam paparannya, Gus Lutfi mengibaratkan momentum Maulid dengan ungkapan Jawa “tandure wus sumilir”. Istilah ini menggambarkan suasana di mana tunas kehidupan tumbuh bersemi setelah hadirnya kesejukan dan harapan baru.


“Di antara keistimewaan perayaan atau pembacaan Maulid di mana pun berada, Maulid bisa menjadi tandure wus sumilir, menjadi penyemangat bagi kita semua,” ujar Gus Lutfi di hadapan jamaah.


Lebih lanjut, Gus Lutfi mengajak masyarakat untuk membumikan keteladanan Rasulullah SAW melalui sikap-sikap fundamental yang seringkali terabaikan dalam rutinitas keseharian, yakni kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, serta kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, akhlak mulia Nabi adalah contoh konkret yang harus diwujudkan, bukan sekadar diwacanakan.


“Akhlak Rasulullah SAW menjadi contoh nyata bagaimana kita bersikap jujur, amanah, dan sabar dalam keseharian. Masyarakat membutuhkan keteladanan yang hidup, bukan sekadar simbol dan seremoni,” tegasnya.


Gus Lutfi menutup tausiyahnya dengan harapan agar peringatan Maulid ini benar-benar menjadi titik balik bagi umat untuk meningkatkan kualitas iman. Ia menggambarkan kelahiran Rasulullah SAW layaknya musim semi yang membawa kesejukan bagi jiwa manusia yang kering.


"Kelahiran beliau diibaratkan sebagai musim semi yang membawa kesejukan iman. Semoga kita semua pantas mendapatkan syafaat Rasulullah SAW dan semoga dosa-dosa kita diampuni oleh Allah SWT,” pungkasnya.


Kegiatan yang berlangsung di Cililitan ini ditutup dengan doa bersama, menandai tekad jamaah untuk menjadikan nilai-nilai perjuangan Nabi kembali ‘bersemi’ dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat yang lebih harmonis. (Lys)

×
Berita Terbaru Update