-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perkuat Komitmen NKRI, Pendopo Agung Trowulan Jadi Saksi Pembaretan Komandan Nasional PWI Laskar Sabilillah

Senin, 02 November 2026 | November 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-02T05:14:42Z

 


MOJOKERTO, Senin 02 - 11 - 2026 – Semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan melestarikan sejarah Nusantara bergema di tanah bersejarah Mojokerto. Pendopo Agung Trowulan, Kabupaten Mojokerto, menjadi pusat kegiatan Pembaretan Komandan Laskar Sabilillah Skala Nasional yang digelar oleh organisasi Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS).


Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Membangun Kejayaan Nusantara Dengan Semangat Walisongo” ini berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Oktober hingga 1 November 2026. Puncak prosesi pembaretan yang menandai dedikasi para komandan dari berbagai penjuru tanah air ini dibuka secara resmi pada Sabtu, 31 Oktober 2026.


Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum PWI-LS, jajaran pengurus pusat dan daerah, serta Bupati Mojokerto yang turut memberikan dukungan moral bagi para peserta yang hadir.


Ketua DPD PWI Laskar Sabilillah Kabupaten Sukabumi, Aa Asep Saepul Ulum, S.Sos., hadir langsung dalam rangkaian acara tersebut. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan pembaretan ini sebagai momentum penyatuan anak bangsa.


“Kami sangat mengapresiasi acara ini. Harapan kami, kegiatan ini mampu menyatukan semangat seluruh elemen bangsa untuk berjuang mempertahankan, melestarikan budaya, dan menjaga kedaulatan NKRI. Bagi kami, NKRI adalah harga mati,” ujar Aa Asep saat ditemui di lokasi acara.


Lebih lanjut, Aa Asep menekankan urgensi menjaga sejarah Nusantara dari segala bentuk pemalsuan atau distorsi informasi. Baginya, menyampaikan sejarah adalah tanggung jawab moral yang besar.


“Seseorang yang mengaku cinta tanah air namun mencoba membelokkan sejarah bangsanya, dia munafik dan pembohong. Jika cinta negara, kita wajib meluruskan sejarah. Jangan sampai kita membiarkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab merusak tatanan bangsa dan mengaburkan sejarah bagi generasi penerus,” tegasnya.


Aa Asep juga menyerukan pentingnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah dalam membentengi Indonesia dari rongrongan pihak luar yang ingin menguasai negeri ini.


“Ke depan, kami berharap PWI Laskar Sabilillah dapat terus bersinergi dengan pemerintah untuk menjaga kedaulatan Indonesia dengan sepenuh jiwa dan raga. Mari kita hargai jerih payah leluhur yang telah memerdekakan Republik ini. Jangan biarkan sejarah para pahlawan digantikan oleh narasi tokoh lain yang tidak relevan,” pungkasnya.


Kegiatan ini diharapkan menjadi titik balik bagi para kader PWI-LS di seluruh Indonesia untuk lebih peka dan waspada dalam merawat nilai-nilai luhur, demi menjaga Indonesia yang aman, damai, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan.

D Handriana 

×
Berita Terbaru Update