Sukabumi, - Sekelompok delegasi Indonesia yang berjuang untuk para pekerja dalam Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) Sesi ke-114 di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jenewa, Swiss, disambut hangat setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Sambutan meriah ini datang dari jajaran pimpinan serikat pekerja yang tergabung dalam KSPSI (MJH) sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para delegasi selama hampir dua pekan mengikuti forum ketenagakerjaan internasional terbesar di dunia.
Para delegasi disambut dengan pengalungan bunga oleh Dr. Dedi Sudarajat, menandakan penghormatan atas kontribusi mereka. Salah satu delegasi, Ketua Umum FSP MARITIM Indonesia, Ujang Supriatin (Abah Ujang Guru), menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas sambutan hangat tersebut. "Alhamdulillah, delegasi pekerja Indonesia telah mengawal berbagai agenda strategis hingga menghasilkan keputusan penting bagi dunia kerja," ujarnya.
Salah satu capaian bersejarah yang berhasil diraih adalah pengesahan Konvensi ILO Nomor 193 tentang Ekonomi Platform. Ujang Supriatin menekankan pentingnya konvensi ini dalam memberikan perlindungan yang lebih luas bagi pekerja, terutama di sektor ekonomi digital. "Tugas kita berikutnya adalah mengawal implementasinya agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh pekerja Indonesia," tegasnya.
Ujang Supriatin juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Jumhur Hidayat, Ketua Umum KSPSI yang baru dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup, atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menjadi bagian dari delegasi ke Jenewa.
Konvensi ILO No. 193 mengatur berbagai hal krusial, termasuk kepastian hak-hak dasar pekerja, jaminan sosial, kebebasan berserikat, transparansi penggunaan algoritma dan AI, serta pelindungan data pribadi dan K3 bagi pekerja platform. Selain itu, sidang juga menyetujui amandemen terkait Panduan Dialog Sosial Tripartit dan Kesetaraan Gender, yang bertujuan memperkuat hubungan industrial yang lebih inklusif dan adil.
Forum ini juga menegaskan kembali komitmen terhadap perdamaian dan keadilan sosial universal, termasuk partisipasi Palestina sebagai Non-Member Observer State.
Penyambutan hangat di bandara menjadi simbol penghargaan atas dedikasi delegasi pekerja Indonesia yang telah membawa nama baik bangsa di kancah internasional. Kepulangan mereka tidak hanya mengakhiri satu tahapan perjuangan, tetapi juga menandai dimulainya babak baru dalam mengawal implementasi hasil-hasil ILC 114 demi peningkatan perlindungan dan kesejahteraan pekerja indonesia.
Lys

