Bogor, – MAN 1 Bogor sukses menjadi tuan rumah agenda penting kedinasan. Madrasah ini dipilih sebagai pusat pelaksanaan kegiatan Pendampingan dan Penguatan Tata Kelola Manajemen, Akuntabilitas Bantuan Operasional Sekolah (BOS), serta Dana Komite Madrasah yang diinisiasi oleh Inspektorat I Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Itjen Kemenag RI), Selasa (23/6/2026).
Acara yang berlangsung di Aula MAN 1 Bogor ini dihadiri langsung oleh Inspektur I Itjen Kemenag RI, Ahmadun, beserta jajaran, serta Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kabupaten Bogor, Syawaluddin Nasution. Adapun pesertanya melibatkan para kepala madrasah aliyah negeri dan swasta, bendahara, hingga perwakilan komite madrasah se-Kabupaten Bogor.
Dalam arahannya, Inspektur I Ahmadun menegaskan bahwa manajemen yang sehat adalah fondasi utama untuk menghadirkan layanan pendidikan bermutu yang dipercaya masyarakat. Ia mengingatkan agar seluruh sumber daya dikelola berdasarkan prinsip keadilan, kemandirian, kemitraan, efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.
“Dana pendidikan harus menjadi instrumen peningkatan mutu layanan peserta didik. Penguatan tata kelola ini sengaja digelar untuk membangun integritas dan kepercayaan publik,” tegas Ahmadun.
Sepanjang kegiatan, para peserta dibekali materi regulasi pemanfaatan dana BOS terkini serta formula pengelolaan dana komite yang efektif. Sesi konsultasi interaktif juga dibuka lebar untuk mengurai berbagai tantangan riil yang dihadapi pengelola anggaran di madrasah masing-masing.
Apresiasi tinggi datang dari Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Bogor, Syawaluddin Nasution. Menurutnya, pendampingan langsung dari jajaran Itjen ini memberikan manfaat strategis yang sangat dibutuhkan oleh seluruh stakeholder.
Senada dengan hal tersebut, Kepala MAN 1 Bogor, Hj. Dian Kardinah, M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan luar biasa yang diberikan kepada madrasahnya sebagai pusat kolaborasi ini.
“Kami sangat mengapresiasi bimbingan dari Itjen Kemenag RI. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kami dan seluruh madrasah peserta untuk menyamakan persepsi. Penguatan ini tidak hanya merapikan sisi administrasi dan pelaporan, tetapi juga menjaga muruah layanan pendidikan agar tetap unggul dan berintegritas,” ungkap Dian.
Ia menambahkan bahwa MAN 1 Bogor berkomitmen penuh mengimplementasikan arahan tersebut demi mewujudkan transformasi Kementerian Agama.
“Sinergi antara madrasah, komite, dan pemangku kepentingan adalah kunci. Bimbingan dari Inspektorat menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik dan masyarakat,” pungkasnya. ( Dens )
