SUKABUMI, – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Sukabumi Raya tengah menyoroti adanya dugaan penggunaan tenaga kerja yang tidak sesuai dengan kompetensi dalam sektor pelayanan di Klinik Pratama Harapan Hidup Sagaranten.
Sorotan ini muncul atas kekhawatiran terkait standar pelayanan kesehatan masyarakat, yang secara langsung berkaitan dengan aspek keselamatan pasien dan kewenangan medis di lapangan.
Ketua JWI Sukabumi Raya, Lutfi Yahya, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan penelusuran terkait informasi adanya oknum di klinik tersebut yang diduga menjalankan tugas bersinggungan langsung dengan pelayanan medis, padahal disinyalir tidak memiliki kompetensi atau legalitas profesi yang sesuai.
“Kami tengah mendalami beberapa hal. Apakah benar terdapat tenaga yang bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya, siapa yang memberi kewenangan, dan bagaimana sistem verifikasi manajemen klinik terhadap rekrutmen tenaga medis mereka,” ujar Lutfi dalam keterangannya.
Lutfi menekankan, pelayanan kesehatan merupakan sektor vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu, integritas, legalitas, serta kompetensi tenaga kesehatan menjadi syarat mutlak demi menjamin keselamatan pasien.
Meskipun isu ini tengah bergulir, JWI menegaskan pihaknya tetap memegang teguh asas praduga tak bersalah. Lutfi menyatakan, langkah ini bukan upaya memvonis klinik tersebut, melainkan fungsi kontrol sosial untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga.
“Kami mengedepankan prinsip tabayyun, keberimbangan, dan transparansi. Kami masih membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak Klinik Pratama Harapan Hidup Sagaranten untuk memberikan klarifikasi atau bantahan yang disertai data pendukung agar pemberitaan ini tidak sepihak,” tegasnya.
Pihak JWI berharap, jika dugaan tersebut tidak benar, manajemen klinik dapat memberikan penjelasan yang terbuka. Sebaliknya, jika ditemukan pelanggaran, JWI meminta ada tindak lanjut serius agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Kabupaten Sukabumi.
Hingga berita ini diturunkan, DPD JWI Sukabumi Raya berkomitmen untuk tetap menjaga profesionalisme dengan menyediakan hak jawab dan ruang klarifikasi bagi pihak terkait, guna memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak menyesatkan. (Lys)
