Sukabumi, - Proyek perbaikan ruas jalan provinsi penghubung Cibadak - Cikidang yang baru saja dimulai dengan anggaran Rp 34 miliar menghadapi masalah serius. Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan karena puluhan truk besar pengangkut material dari Gunung Salak dengan beban di atas 30 ton tetap melintas, bahkan saat pekerjaan sedang berlangsung.
Hal ini memicu usulan keras dari kalangan pemerhati pembangunan untuk membatalkan kontrak senilai Rp 34 miliar tersebut. Mereka berpendapat bahwa anggaran akan terbuang percuma jika jalan yang diperbaiki segera rusak kembali akibat beban berlebih. Ada desakan agar dilakukan evaluasi total dan kajian ulang mendalam sebelum melanjutkan pembangunan. Situasi ini dinilai sebagai pemborosan anggaran publik, di mana jalan diperbaiki namun kembali rusak karena muatan yang tidak sesuai kapasitas. Masalah serupa juga dilaporkan terjadi di ruas jalan Jampang Tengah - Kiara Dua.
Selain merusak struktur jalan, lalu lalangnya truk berat juga membuat jalan berlumpur dan membahayakan pengendara, terutama pengguna roda dua.
Untuk solusi jangka panjang, diajukan dua opsi:
1. Pihak perusahaan (Star Energi) membangun jalan akses sendiri untuk angkutan material mereka.
2. Star Energi menanggung seluruh biaya pemeliharaan dan pembangunan jalan provinsi melalui dana CSR jika tetap menggunakan jalan tersebut.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap aset daerah dan efisiensi anggaran, memungkinkan APBD Provinsi dialihkan ke program yang lebih mendesak.
D Handriana
