SUKABUMI, Jumat, 25 - 09 - 2026 – Pondok Pesantren Darul Aitam yang berlokasi di Kampung Sukasari (Cikerud), Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, menggelar kegiatan puncak Haflatul Imtihan yang dimeriahkan dengan Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Jumat (24/09/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum keagamaan yang luar biasa dengan kehadiran tamu istimewa, yakni Qori Internasional Al-Ustadz Fahmi asal Ciamis. Kemeriahan acara juga didukung oleh kehadiran rombongan dari Pondok Pesantren Al-Masturiah serta elemen masyarakat dari berbagai pelosok daerah.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Aitam, KH. Aa Asep Saeful Ulum, S.Sos., mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran rangkaian acara yang telah berlangsung sejak Kamis (23/09/2026).
“Alhamdulillah, puncak acara Haflatul Imtihan tahun ini ditutup dengan Tabligh Akbar. Kami sangat bersyukur antusiasme warga luar biasa, tidak hanya dari desa sekitar tetapi juga berbagai daerah. Wali santri pun hadir untuk mendampingi putra-putrinya,” ujar KH. Aa Asep.
Rangkaian acara ini juga diisi dengan pembagian hadiah bagi para santri berprestasi dalam berbagai perlombaan, seperti Hifdzil Quran, Hifdzil Kitab, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Musabaqah Syahril Quran (MSQ), serta berbagai lomba seni budaya Islam seperti Hadroh dan Seni Dagoni.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Muspika Kecamatan Cikakak, Bhabinkamtibmas, perangkat Desa Sukamaju, serta tokoh masyarakat dan para ulama setempat. Kehadiran para penceramah dari Pondok Pesantren Al-Musri Cianjur menambah khidmat suasana Tabligh Akbar yang berlangsung di malam hari.
Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW
Dalam ceramah dan pesannya, KH. Aa Asep Saeful Ulum menekankan pentingnya meneladani sifat dan akhlak mulia Rasulullah SAW. Beliau mengingatkan jemaah akan esensi kehadiran Nabi Muhammad SAW ke dunia sebagai rahmatan lil alamin.
“Harapan kami melalui peringatan Maulid ini, kita dapat membumikan Al-Quranul Karim dan membentuk karakter santri yang berakhlakul karimah. Mari kita jadikan Nabi sebagai suri tauladan utama dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Selain aspek spiritual, KH. Aa Asep juga menitipkan pesan kepada pemerintah daerah untuk senantiasa memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan pendidikan agama, termasuk kesejahteraan para kiai, ustadz, serta fasilitas pendukung di pondok pesantren.
“Besar harapan kami agar fasilitas pesantren ke depan bisa lebih lengkap, aman, dan nyaman agar santri putra maupun putri semakin bersemangat dalam menimba ilmu,” pungkasnya.
Kegiatan berjalan dengan sukses dan aman, diakhiri dengan doa bersama untuk kemaslahatan umat dan bangsa.
D Handriana

