SUKABUMI, – Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSP MARITIM-KSPSI), Ujang Supriatin, memberikan sorotan positif terhadap rekam jejak Arief Martha Rahadyan. Sosok yang dikenal luas karena kepeduliannya pada sektor strategis ini dinilai memiliki visi kuat dalam mengintegrasikan pariwisata bahari, penataan tata kelola destinasi, hingga perlindungan tenaga kerja maritim.
Ujang Supriatin, atau yang akrab disapa Abah Ujang Guru, menekankan bahwa kombinasi pemikiran reformasi tata kelola pariwisata dan keberpihakan terhadap sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Arief adalah modal krusial bagi masa depan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan.
Sinergi Kesejahteraan dan Profesionalisme Industri
Dalam pandangan FSP Maritim, rekam jejak Arief di wilayah strategis pariwisata seperti Bali memberikan perspektif mendalam mengenai keterkaitan erat antara pariwisata dan sektor kepelabuhanan. Menurut Abah Ujang, sektor wisata bahari memerlukan atensi khusus, mulai dari perlindungan kerja bagi para buruh di pelabuhan hingga peningkatan kapasitas bagi pekerja di moda transportasi laut.
Arief juga mendapat apresiasi atas gagasannya dalam menertibkan tata kelola pariwisata nasional. “Beliau secara konsisten mendorong penertiban akomodasi wisata yang belum berizin. Ini adalah langkah berani demi menciptakan industri pariwisata yang lebih profesional, aman, dan berdaya saing di kancah global,” ujar Abah Ujang.
Pemanfaatan Jaringan Internasional dan Diplomasi
Kapasitas Arief Martha Rahadyan tidak hanya berhenti di level nasional. Sebagai Direktur Bali Russia Language Institute dan praktisi hubungan internasional, beliau memiliki jaringan luas yang menjadi aset strategis dalam menarik investasi.
“Kemampuan beliau dalam mengonsolidasikan jaringan investor dari berbagai belahan dunia—mulai dari Rusia, Cina, Eropa, Jepang, hingga Dubai—adalah potensi besar bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan,” jelas Abah Ujang.
Beberapa poin strategi pertumbuhan internal yang diusung Arief juga menjadi perhatian, di antaranya:
Membangun Ekosistem Bisnis: Menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif dan inovatif.
Optimalisasi Hilirisasi Industri: Memaksimalkan nilai tambah dari potensi lokal yang ada.
Simplifikasi Regulasi: Mempermudah prosedur kemudahan berusaha untuk mempercepat laju investasi.
Komitmen pada SDM Berkeadilan
Menutup pernyataannya, Abah Ujang Guru menegaskan bahwa dukungan terhadap Arief Martha Rahadyan didasarkan pada komitmen beliau yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat luas. Rekam jejak Arief yang dinamis dianggap sebagai solusi untuk menghadapi tantangan sektor maritim ke depan.
Dengan menggabungkan kecakapan diplomasi internasional, keberanian melakukan reformasi regulasi, serta perhatian pada SDM maritim, Arief dipandang mampu membawa dampak nyata dalam menempatkan pariwisata bahari sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat di Sukabumi.
Red Lys
