-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Revitalisasi SMP Negeri 3 Pabuaran Sukabumi Capai 80 Persen, JWI Tekankan Pentingnya Pengawasan Berkelanjutan

Minggu, 30 Agustus 2026 | Agustus 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-30T01:39:36Z

SUKABUMI, – Pelaksanaan program revitalisasi pembangunan di SMP Negeri 3 Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, terus menunjukkan progres positif. Hingga saat ini, pekerjaan fisik tersebut dilaporkan telah mencapai progres sekitar 80 persen dengan tetap mengedepankan ketentuan teknis serta prinsip transparansi dan akuntabilitas.


Dari hasil pantauan di lapangan, seluruh tahapan pembangunan mendapat perhatian serius, baik dari aspek pengawasan, alur proses pekerjaan, hingga kualitas material yang digunakan. Hal ini menjadi komitmen krusial agar hasil revitalisasi sekolah tidak hanya tuntas secara administratif, namun juga mampu menghasilkan bangunan yang aman, kokoh, dan sesuai dengan standar kelayakan pendidikan.


Ketua JWI (Jajaran Wartawan untuk Indonesia) Sukabumi Raya, Lutfi Yahya, memberikan apresiasi atas jalannya proyek tersebut. Menurutnya, sejauh ini pelaksanaan revitalisasi di SMP Negeri 3 Pabuaran telah berjalan sesuai dengan rel aturan yang berlaku.


“Kami memberikan apresiasi atas pelaksanaan revitalisasi SMP Negeri 3 Pabuaran yang sudah berjalan hampir 80 persen sesuai dengan ketentuan, baik dari sisi pengawasan maupun kualitas materialnya,” ujar Lutfi Yahya.


Lutfi menegaskan bahwa kunci keberhasilan pembangunan fasilitas pendidikan terletak pada konsistensi pengawasan. Setiap tahapan konstruksi harus benar-benar merujuk pada gambar kerja dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Terlebih, kualitas bahan bangunan menjadi poin vital demi menjamin umur layanan bangunan yang nantinya akan digunakan oleh para siswa dan tenaga pendidik.


“Yang terpenting, pengawasan harus terus dilakukan secara berkelanjutan sampai pekerjaan benar-benar selesai. Jangan sampai kualitas hanya terlihat baik saat pengerjaan, namun menyisakan persoalan pada tahap akhir atau setelah bangunan ditempati,” tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, JWI Sukabumi Raya juga mendorong agar pihak sekolah, konsultan pengawas, maupun kontraktor pelaksana tetap menjaga sinergi, komunikasi, dan keterbukaan informasi selama proses pembangunan berlangsung.


Program revitalisasi ini sendiri merupakan bentuk intervensi pemerintah dalam meningkatkan standar kualitas fasilitas pendidikan. Oleh karena itu, efektivitas penggunaan anggaran harus benar-benar selaras dengan hasil fisik yang berkualitas.


“Setiap rupiah anggaran negara yang terserap harus bisa dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat nyata bagi kepentingan peserta didik. Kami berharap revitalisasi ini dapat menjadi percontohan pelaksanaan pembangunan fasilitas pendidikan yang tertib, transparan, dan tepat sasaran,” tutup Lutfi.


Lebih lanjut, pihak JWI Sukabumi Raya menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara objektif dan proporsional terhadap perkembangan pekerjaan di SMP Negeri 3 Pabuaran hingga proyek dinyatakan selesai dan diserahterimakan.

Red Lys

×
Berita Terbaru Update